Krisis Ekonomi Saat Pandemi Covid

Aset akan menjadi suatu komponen yang sangat penting untuk menghadapi badai krisis ekonomi. Saat industri perbankan sedang kolaps karena mengalami kredit macet, maka rekening simpanan, baik itu dalam bentuk tabungan atau deposito, umumnya akan sulit untuk diakses dan dicairkan dalam kurun waktu yang cepat. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran untuk mengurangi tendensi masyarakat untuk bergantung pada bantuan dari pemerintah. Dalam jangka panjang, ketergantungan terhadap bantuan pemerintah akan menjadi ancaman karena dana pemerintah yang terbatas.

Banyak yang sedang mengalami krisis pada saat pamdemi

Oleh sebabitulah supaya pendapatan masyarakat merata, perlu perhatian pemerintah yang didukung oleh masyarakat untuk bersama meningkatkan pelayanan kualitas publik, meningkatkan kualitas SDM dan SDA supaya dapat mengatasi ketidakmerataan pendapatan. Penerapan pajak bagi masyarakat yang berpenghasilan tinggi lebih dicermati lagi untuk subsidi silang bagi masyarakat yang ekonominya masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan program-program yang meningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif. Kekurangan modal dapat diatasi secara bijak dengan tidak meminjam kepada retenir. Lebih baik meminjam kepada koperasi karena koperasi jasa yang dikenakan bersifat menurun dan kita akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha .

Transformasi ke digital penting agar memungkinkan karyawan yang sedang WFH untuk meminimalisir gangguan. Hal ini merupakan realita pada masa covid-19; dulu segala sesuatu memakan waktu lebih lama untuk diimplementasikan terlebih dari sisi digital, sekarang terjadi dan bekerja. Sementara itu, Ekonom Senior INDEF Enny Sri Hartati mengatakan Indonesia memasuki periode resesi apabila hampir semua indikator sektor ekonomi mengalami perlambatan. Sektor-sektor tersebut antara lain industri manufaktur, perdagangan, transportasi, dan lainnya.

Di sisi fiskal, opsi pelebaran defisit anggaran melebihi yang batas yang ditetapkan Undang-Undang Keuangan Negara diperlukan di tengah semakin banyaknya kebutuhan belanja negara untuk memberikan insentif kepada perekonomian. Selain itu, Bank Indonesia dan OJK perlu merumuskan kebijakan yang bersifat strategis untuk mengatasi tingginya tingkat Beli Free Spin suku bunga perbankan yang menjadi salah satu beban pelaku ekonomi, khususnya di saat perlambatan ekonomi seperti saat ini. Kebijakan pemerintah yang melakukan relaksasi Pajak Penghasilan baik pekerja industri manufaktur ataupun pajak badan untuk industri manufaktur (pembebasan PPh Impor 22 dan diskon PPh 25 sebesar 30%) semestinya diperluas.

Kedua faktor inilah yang membuat konsumen otomatis loyal pada produk UMKM lokal. Tak hanya itu, kebanggaan memakai produk negeri sendiri pun juga mulai terbentuk. Makanya nggak heran kalau konsumen loyal membantu meningkatkan penjualan dan pembelian UMKM sehingga ekonomi dapat bergerak stabil dan membuka usaha mikro tidak begitu terpengaruh dengan adanya resesi. Sebab UMKM umumnya memanfaatkan sumber daya manusia, modal, dan bahan baku lokal. Biaya produksi pun ditekan, sehingga menghasilkan produk dengan harga yang relatif murah dan tetap berkualitas jaminan mutu. Sandiaga juga mengingatkan agar UMKM yang bergerak dari hulu ke hilir dapat menyusun perencanaan.