Ziswaf Dan Resesi Ekonomi Di Period Pandemi

Sebaliknya mungkin saja debitur yang bahkan sudah menerima fasilitas jeda pembayaran atau restrukturisasi dari pandemi Covid-19 tetap saja tidak dapat bertahan dan mengalami gagal bayar setelah pandemi Covid-19 berakhir. Dalam pembukaan Jakarta Food Security Summit 5 secara daring, di Jakarta-Rabu (18/11), Presiden RI Joko Widodo menuturkan, nilai ekspor sektor pertanian yang cukup baik sejalan dengan perkembangan signifikan pada sektor pangan di seluruh dunia. Tak hanya untuk merespon krisis pangan akibat pandemi, tapi juga karena kebutuhan pangan sejalan dengan melonjaknya populasi penduduk di seluruh dunia. Dalam keuangan rumah tangga, biasa juga disebut sebagai dana darurat aliasemergency fund.

Indonesia sudah mengalami krisis saat pandemi ini

Untuk saat ini, prioritas utama pemerintah secara umum adalah dukungan untuk sektor kesehatan, penguatan jaring pengaman sosial dan penyelamatan sektor dunia usaha. Pemerintah maupun Bank Indonesia sudah menyiapkan kebijakan dari sisi fiskal maupun moneter. Oleh karena itu, dapat dipastikan kebijakan pemerintahan saat ini akan mampu menghasilkan output terbaik dalam menjaga Slot Game Online kelangsungan ekonomi Indonesia di masa pandemik COVID-19 ini. Pembatasan Sosial Berskala Besar di Indonesia sendiri telah mengakibatkan aktivitas ekonomi mengalami kontraksi, peningkatan pemutusan hubungan kerja secara masif, serta menurunnya daya beli masyarakat. Dampak pandemi COVID-19 tersebut telah mendorong pemerintah untuk melakukan upaya extraordinary.

Terlebih lagi sinergitas juga diperlukan pada inner pelaku industri, misalnya pengusaha dan serikat pekerja perlu ada harmonisasi yang baik. Penyesuaian tersebut perlu segera direalisasikan karena akan mempercepat restoration section yang diproyeksikan akan berlangsung pada tahun 2021. Sektor industri non-migas mengalami dampak dari wabah virus corona atau COVID-19. Menurut Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Prijambodo dampak yang dialami industri ialah menurunnya permintaan barang/jasa dari pasar domestik dan international. Äkibatnya, neraca keuangan perusahaan terganggu dan terjadi pemutusan hubungan kerja. Untuk merekam pandangan masyarakat, pengakuan akan kondisinya, Badan Pusat Statistik mengadakan survei dengan nama Survei Sosial Ekonomi Dampak Covid-19, serta menerbitkan buku publikasi untuk mensosialisasikan hasilnya.

Mengutip knowledge Satgas covid-19 KPC-PEN, sampai 22 Juli 2021 tercatat 87,967 balita dan 300,301 anak dan remaja yang sudah terpapar covid-19 di Indonesia. Pandemi covid-19 juga telah menyebabkan 395 balita dan 435 anak dan remaja juga meninggal dunia akibat covid-19. Sementara information Ikatan Dokter Anak Indonesia juga menyebutkan kasus covid-19 pada anak di Indonesia yang mencapai 12%-13% termasuk yang tertinggi di dunia.

UNICEF juga mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiarkan program TV dan radio untuk anak yang tidak memiliki atau terbatas akses internetnya agar mereka tetap bisa belajar. UNICEF telah meluncurkan kampanye komunikasi publik untuk memberikan pesan-pesan dan nasihat kesehatan kepada anak dan orang tua tentang risiko virus Corona dan cara melindungi diri. Menyadari bahwa misinformasi pada masa seperti ini dapat sangat merugikan, UNICEF pun bermitra dengan platform seperti Facebook, Instagram, TikTok dan LinkedIn untuk menangkal rumor dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi faktual. “Pemerintah juga mengupayakan pemulihan ekonomi melalui simplifikasi ekspor dan sinkronisasi ekspor-impor dengan mengembangkan National Logistics Ecosystem . Ekosistem ini akan menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan sarana pengangkut di pelabuhan hingga barang tiba di gudang, khususnya untuk bahan baku utama industri pengolahan strategis. Saat ini platform NLE dalam tahap uji coba dan tahap piloting ditargetkan dilaksanakan pada 2021,” ungkapnya.

Saat ini perekonomian Indonesia sudah berada dalam zona resesi karena pertumbuhan negatif di kuartal II dan III tahun ini. Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 telah mengalami kontraksi 5,32%, dan untuk kuartal III 2020 Menteri Keuangan telah memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran -2,9% hingga -1%. Meski demikian, sejak beberapa waktu lalu, pemerintah telah mengantisipasi terjadinya krisis dengan mengalokasikan dana hingga Rp 695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional . Menurut Bank Dunia, program perlindungan sosial Indonesia selama pandemi tersebut berjalan efektif. Hal itu terbukti dari bantuan yang berhasil menjangkau sekitar 90% dari whole 40% kelompok masyarakat miskin Indonesia.

“Vaksin dianggap mampu membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat sehingga terbentuk ekspektasi rasional yang lebih positif imbas kondisi ketidakpastian yang menurun,” sambung Agus. Pembahasan APBN 2021 di masa pandemi Covid-19 menjadi sesuatu yang extraordinary mengingat pengajuan dan pembahasannya dilaksanakan di tengah tingginya ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, APBN 2021 akan melanjutkan kebijakan countercyclical yang ekspansif dan konsolidatif dengan memperhatikan fleksibilitas dalam merespons kondisi perekonomian dan mendorong pengelolaan fiskal yang pruden dan berkelanjutan. Prioritas pembangunan nasional pada 2021 tidak hanya fokus kepada bidang kesehatan, tapi juga kepada pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, ketahanan pangan, perlindungan sosial, infrastruktur dan pariwisata. Jurnalisme inilah yang diperlukan bangsa sebagai penunjuk jalan bagi penyelesaian persoalan-persoalan genting bangsa ini. Kesimpulannya, kita berharap kebijakan fiskal melalui APBN dijalankan secara luar biasa dalam membantu masyarakat dan dunia usaha untuk pulih dan bangkit kembali dari dampak covid-19.

Semua informasi, kebijakan, dan tindakan penanggulangan Covid-19 harus terukur sehingga publik merasa tenang dan terlindungi. Pada Hari Pers Nasional 2021 yang diperingati tanggal 9 Februari mengangkat tema “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan”. Insan pers sangat dibutuhkan dalam penanganan pandemi, khususnya dalam menciptakan pemberitaan yang menjunjung tinggi etika jurnalistik sehingga mampu membawa perubahan perilaku masyarakat ke arah positif. Dalam situasi pandemi Corona Virus Disease2019 (Covid-19) secara global, perkembangan informasi berbasis digital semakin dibutuhkan.