Tutup Sejumlah Gerai Big, Hero Sedang Transformasi Bisnis

Dengan menyediakan berbagai macam produk, toko Giant Ekspress terletak di lokasi strategis dekat kawasan pemukiman warga agar dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan belanja harian dan mingguan. Giant Ekstra merupakan bagian dari segmen bisnis Makanan dengan format hypermarket yang menawarkan berbagai macam produk dalam satu atap untuk pelanggan. Hal itu memengaruhi operasional toko, selain juga adanya perubahan perilaku belanja dan pola permintaan produk pelanggan.

HERO misalnya, terus mengalami kerugian operasional sementara pendapatannya turun 16% yoy menjadi Rp 1,7 triliun di kuartal pertama tahun ini dari sebelumnya Rp2,6 triliun. “Keunggulan kompetitif minimarket dalam hal daya tawar yang kuat dengan pemasok dan kedekatan dengan pembeli akan menyulitkan operator hypermarket untuk memperluas kehadirannya, meskipun persaingan di ruang hypermarket berkurang,” urai Fitch lebih lanjut. Alfamart menambah lebih dari 1.000 toko, sementara Indomaret menambah 700 toko selama 2020 sementara para pemain hypermarket berjuang untuk mempertahankan kehadiran toko mereka. Untuk gerai Giant yang lama, HERO berencana mengubah lima gerai Giant menjadi gerai IKEA. Selanjutnya bebeberapa gerai Giant lainnya juga dipertimbangkan untuk diubah menjadi gerai Hero Supermarket.

Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” kata Patrik Lindvall. Strategi bisnis ini digunakan sebagai bagian dari adaptasi Hero Group terhadap dinamika pasar dan perubahan tren pelanggan. Selain itu, langkah ini diambil sebagai tanggapan atas penurunan popularitas format hypermarket di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Diky, hasil peninjauan strategis perusahan menunjukkan bahwa pola belanja konsumen telah beralih dari format hypermarket semacam Giant. Bisnis layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, serta pasar premium kebutuhan sehari-hari seperti IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan performa positif. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai upaya perusahaan beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah.

Supermarket Giant tutup toko

Rencana penutupan toko tersebut sudah disampaikan kepada rekan kerja perusahaan di toko terkait. Kendati demikian, Patrik meyakini penjualan sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta barang keperluan sehari-hari untuk masyarakat kelas atas masih berpotensi tumbuh tinggi. Sebelumnya, Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall mengatakan seperti bisnis mumpuni lainnya, perseroan terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah. Namun, induk usaha Giant harus menutup seluruh gerai pada Juli 2021.Tutupnya Giant di Indonesia diyakini perusahaan sebagai langkah perubahan strategi untuk merespons cepat dan tepat perubahan dinamika pasar. Patrik Lindvall, Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk, mengatakan alasan utama penutupan gerai Giant adalah karena perusahaan akan fokus pada merek lain.

Perseroan menilai, beralihnya konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tren yang juga terlihat di pasar world lainnya. Selain fungsi utamanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan, produk segar, serta produk perawatan tubuh, Giant Ekstra juga menawarkan berbagai macam peralatan rumah tangga seperti pakaian, serta barang-barang perabotan rumah. Sementara untuk IKEA, bisnis ritel yang menyediakan perabotan rumah tangga, ini akan mengembangkan bisnis daring dan menambah jaringan toko fisik.

Sementara itu, penjualan pada bisnis nonmakanan, yakni Guardian dan IKEA menunjukkan kinerja yang baik, yakni meningkat 21 persen menjadi Rp715 miliar. Laba usaha tercatat sebesar Rp79 miliar di luar biaya-biaya perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp87 miliar pada tahun lalu. Terkait penutupan ini, PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group yang menaungi merek ritel Giant belum memberikan pernyataan resmi. Giant Hypermarket menjadi Giant Extra, sedangkan Giant Supermarket menjadi Giant Express. Hadrianus menyebutkan, pentingnya perubahan yang dilakukan perseroan untuk memastikan bahwa pihaknya dapat terus menawarkan kepada pelanggan toko yang dapat dipercaya untuk memberikan nilai kualitas dan layanan yang layak pelanggan dapatkan.

Keputusan itu telah diumumkan Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall pada akhir Mei 2021 lalu. Mendahului langkah penutupan, Giant pun menggelar diskon gede-gedean atas berbagai barang yang mereka jual. Hal ini menarik minat pembeli untuk datang, sehingga sejumlah gerai Giant pun ramai dikunjungi masyarakat. Spanduk ini berisi tulisan, ” Kami tutup hanya di toko ini. Semua harus terjual habis. Diskon semua harga.”

Pengalihan fokus bisnis pun dilakukan untuk merespons turunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Ia mengatakan, perubahan strategi ini merupakan respons cepat dan tepat yang diperlukan untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar. Selain itu, perseroan melihat beralihnya konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. “Kecantikan dan kesehatan melalui Guardian, serta pasar premium untuk kebutuhan sehari-hari melalui Hero Supermarket.” Dalam pantauan katadata.coid, Giant Express Mampang memberikan diskon dari 5% hingga 25% untuk berbagai produk.

Penutupan dilakukan atas gerai yang merugi dan memiliki beban operasional tinggi. Selain Giant, retail dalam Grup Hero yaitu Hero Supermarket, Guardian, dan Ikea. Direktur Hero Supermarket, Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan, penutupan toko Giant merupakan proses transformasi Slot Online bisnis yang sedang dilakukan perseroan untuk memastikan HERO dapat bersaing secara efektif dalam bisnis ritel makanan di Indonesia. JAKARTA, iNews.id – Emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk melakukan langkah efisiensi pada lini bisnis ritel makanan akibat pandemi Covid-19.