Hadapi Pandemi Dengan Nilai Pancasila

Untuk mencegah penyebaran virus covid-19 pendidikan dilaksanakan secara daring dan semua hal dilakukan berbasis on-line. Dengan kejadian ini seluruh aspek diharapkan tetap selalu waspada dengan segala ancaman yang mungkin datang dan mengancam persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia. “Inilah era ketika semakin banyak pemikiran-pemikiran kritis dan kreatif yang dikembangkan anak muda kita. Karena itu wajib hukumnya bagi para pemuda untuk berada di garda terdepan dalam menyikapi beragam persoalan yang ada, termasuk di masa krisis pandemi akibat Covid-19 ini,” jelas penulis buku “tremendous best seller” Trilogi The Power of Silaturahim ini.

Banyak yang sedang mengalami krisis pada saat pamdemi

Kondisi ini jelas akan mengganggu kondisi stabilitas keamanan yang sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu, menjaga keaman rumah dan juga keluarga sangat penting untuk dilakukan. Dilansir dari laman Market Business News, krisis ekonomi adalah suatu kondisi yang mana perekonomian dalam suatu negara mengalami penurunan yang sangat signifikan. Umumnya, negara yang mengalami kondisi tersebut akan mengalami penurunan produk domestik bruto, menurunnya harga properti dan saham, dan juga tingginya angka inflasi.

“Untuk menangani berbagai tantangan ini, diperlukan intervensi yang tepat sasaran dan efektif diikuti dengan kerja sama semua pihak. Memasuki kuartal III, semua komponen pertumbuhan ekonomi mulai membaik dengan dorongan stimulus fiskal untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Lalu kita harus melakukan langkah adjusment atau penyesuaian, terutama dalam cara, sistem dan proses bekerja. Misalnya, Iwan menyebut dengan kondisi orang berkurang geraknya di luar rumah, mereka belajar membuat video dan konferensi untuk memasarkan proyek-proyeknya. “Malah dengan adanya COVID-19 ini kita bisa lakukan convention lintas negara hingga one thousand orang pun melalui dukungan teknologi,” tuturnya. Sistem dan proses yang diperbaharui ini membuat Crown Group, lanjut Iwan jadi bergerak lebih cepat lagi.

Istilah ‘ekonomi’ berasal dari bahasa Yunani oikonomia, yaitu gabungan kata oikos-nomos. Oikonomia mengandung arti aturan yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam suatu rumah tangga. Kondisi WFH atau bekerja dari rumah di tengah wabah corona dapat dikaitkan dengan ketentuanPasal 86 ayat huruf aUndang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, di mana Bola Online setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Munculnya sejumlah masalah finansial saat corona memang menimbulkan rasa waswas. Hitung kembali sumber pemasukan dan susun anggaran pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan tersebut. Tentunya kita juga mau tak mau harus berhemat demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ya.

Namun main sektor urusan kebijakkan pembelajaran daring harus dikendalikan dibawah kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dr. Willem A. Makaliwe menjelaskan bagaimana dampak resesi bagi masyarakat. Perekonomian yang buruk akan segera terjadi ketika keputusan investasi di dorong oleh emosi. “Misalnya virus Covid-19 berpotensi menciptakan resesi berbentuk W, dimana ekonomi jatuh pada kuartal pertama, mulai tumbuh lalu turun lagi di masa depan. Ini tidak akan menjadi resesi menurut aturan Shiskin tetapi bisa menjadi resesi jika menggunakan definisi NBER,” tulis Forbes. Pada 1974, ekonom Julius Shiskin membuat beberapa aturan praktis untuk mendefinisikan resesi.